selingan

cerita Issumboshi dalam bahasa inggris dan terjemahannya

Issumboshi

cerita Issumboshi dalam bahasa inggris dan terjemahannya

Once upon a time there was an old couple who didn’t have a child. They lived in a small house near the village forest. “Please give us a child,” they asked God everyday. One day, from the household Shinto altar, they heard a cute cry, “Waa! Waa!”

pada jamman dahulu ada seorang kakek dan nenek yang tidak mempunyai anak. mereka tinggal di sebuah rumah kecil dekat dengan desa bersebelahan dengan Hutan. "tolong berikan kami sebuah anak" mereka memohon pada Tuhan setiap harinya. suatu hari dari Tempat Pemujaan Shinto, mereka mendengar sebuah tangisan lembut, " Waa!Waa!"

They looked and saw a crying baby who looked just like a little finger. “This child must be a gift from God. Thanks to God!” “We will call this child ‘Issumboshi’,” they said. They raised Issumboshi with much care, but Issumboshi never grew bigger. “Hey, Issumboshi, do you want to be eaten by a frog?” Issumboshi was always being bullied by the children of the village and often went home feeling unhappy. Grandmother would make some big rice balls and encourage him. “Eat a lot, and grow up quickly,” Grandmother said.

mereka melihat seorang bayi yang sedang menangis yang hanya nampak seukuran jari kecil. " anak ini pasti adalah pemberian dari Tuhan. terimakasih Tuhan!". " Kami akan memanggilnya Issumboshi." kata mereka. Mereka membesarkan Issumbushi dengan penuh perhatian, akan tetapi Issumboshi tidak pernah tumbuh besar. " Hey, Issumboshi, do you want to be eaten by frog?" Issumboshi selalu dibuli oleh anak anak di desa dan sering sekali pulang merasakan kesedihan. Nenek tersebut akan membuat nasi Kue yang besar dan memintanya " makanlah yang banyak dan tumbuhlah dengan cepat." Kata sang Nenek

One day, Issumboshi said “ I will go to the capital to study and become a respectable person. Then I will come back.” Grandfather and Grandmother were worried about him, but Issumboshi’s mind would not be changed. At once they began to prepare for his trip.

suatu hari, Issumboshi mengatakan " saya akan pergi ke Ibukota untuk belajar menjadi orang yang terhormat. Kemudian saya akan kembali lagi." Kakek dan Nenek mencemaskan mereka, akan tetapi pikiran Issumboshi tidak akan berubah. Dengan segera dia menyiapkan petualangannya.

Issumboshi sheathed a needle sword in a straw case, put on a cup for a sedge hat, and started out with a chopstick staff, in high spirits. “I’m going now,” Issumboshi said.

Issumboshi menyarungkan pedang jarum di jerami, memakai cangkir untuk topi dan memulai sebagai karyawan sumpit, dengan semangat yang luar biasa. " saya akan pergi sekarang." kata Issumboshi

“Is he safe? With such a small body?” Grandfather and Grandmother asked as they saw him off.

"apakah dia aman? dengan badannya yang kecil ?" kakek dan nenek menanyakan ketika mereka melihatnya berangkat.

Issumboshi went on the trip with a big wish in a small body.

Issumboshi berangkat dengan harapan besar dalam tubuh kecilnya. … … …

At last Issumboshi reached the capital city and anchored under the bridge. Then he climbed up to the railing and viewed the town. “There is a fine palace over there. I shall ask them at once.” At long last Issumboshi arrived at the palace. “Excuse me, but I want to meet the feudal lord.”The lord came to the door, “What? Who’s there?” “Here I am, at your feet.” “Oh. How small! Why do you want to meet me?” “Please let me be your retainer.” “I wonder if your very small body can do anything.” “I’ll stay in your pocket and guard you from all harm.” When Issumboshi said so, a bee came buzzing by. “Yhaa!” Issumboshi yelled, stabbing the bee. “Bravo! I employ you. It would be good if you became the Princess’s man.” “Oh! What a cute fellow he is!” said the Princess, putting Issumboshi on her palm. “I will defend you upon my life,” said Issumboshi.The Princess liked Issumboshi, and she taught him reading, writing, and various studies. Further, Issumboshi practiced fencing very hard in order to be strong. One day the Princess went out to worship at the Kiyomizu Temple. Suddenly there was a strong wind, and some demons appeared. The leader of the demons tried to grab the Princess.

Akhirnya Issumboshi sampai di ibu kota dan berlabuh di bawah jembatan. Kemudian dia memanjat dan melihat kota. “ ada sebuah istana indah di seberang. Saya akan meminta mereka.” Akhirnya si Issumboshi tiba di istana. “ maafkan saya, akan tetapi saya ingin bertemu dengan tuan.” Si Tuan tersebut menemuinya di Pintu. “ apa ? siapa kamu?” “ Saya disini, di kakimu.” Oh sangat kecil! Mengapa kamu ingin menemuiku?” “ tolong ijinkan aku menjadi pelayanmu.” “ saya ragu apakah tubuh kecilmu dapat melakukan tugas tersebut.” “ saya akan berada di sakumu dan menjagamu dari segala macam bahaya.” Ketika Issumboshi mengatakan itu, seekor lebah datang. “ Yhaa!” teriak Issumboshi, sambil memukul Issumboshi. “ Hebat! Saya akan memperkerjakanmu. Ini akan sangt bagus jika kamu menjadi pelayan puteri.” “ oh. Kamu adalah pelayan yang sangat lucu!” kata si Puteri sambil meletakkan Issumboshi di telapak tangannya. “ saya akan melindungimu dengan segenap jiwa,” kata Issumboshi. Sang puteri tersebut menyukai Issumboshi, dan dia mengajarinya membaca, menulis dan berbagai macam ilmu. Selanjutnya, Issumboshi belajar anggar dengan tekun agar menjadi kuat. Suatu hari si Puteri tersebut keluar untuk berdoa di Kuil Kiyomizu. Tiba tiba ada suatu angin kuat, dan beberapa jin muncul. Pemimpin jin tersebut mencoba untuk menculik sang puteri.

“Help me!” she screamed. Issumboshi tried to help her, but the demon caught him and threw him into his mouth. Issumboshi, who was swallowed, jabbed and jabbed the demon’s stomach. The demon rolled over and spat out Issumboshi. Issumboshi jumped at the demon and stabbed his eyes. The remaining demons were frightened. They ran away in great haste, but one demon, who was left behind, trembled while holding the magic hammer. “Do you want me to stab your eyes, too?” Issumboshi asked. “Please, don’t. This is the magic hammer that will grant you a wish. I give it to you, so please spare me.” And saying this, he ran off in a hurry. “Thank you, Issumboshi. You have saved my life,” the Princess said. “Princess, please wave this magic hammer and make a wishthat I may become big,” said Issumboshi. The Princess waved it and asked, “May Issumboshi become big!” And then, strangely, before her eyes, Issumboshi began to grow. He grew into a nice young man. They went back to the palace, and the Princess asked the King to let her marry Issumboshi.

“ Tolong saya!” teriak sang puteri. Issumboshi mencoba untuk menolongnya, akan tetapi jin tersebut menangkapnya dan menelannya. Issumboshi, tertelan, menusuk dan menusuk perut dari jin tersebut. Jin tersebut mengguling guling memuntahkan Issumboshi. Issumboshi melompat ke jin tersebut dan menusuk matanya. Jin yang lain merasa ketakutan. Mereka lari dengan terburu buru, akan tetapi satu jin, yang tertinggal, gemetaran sambil memegang palu ajaib. “ apakah kamu ingin menusuk matamu juga?” kata Issumboshi. “ tolong jangan. Palu ajain ini akan menuruti apa kehendakmu. Saya akan memberikan ini kekamu, sehingga tolong lepaskan saya.” Dan sambil mengatakan hal ini,dia kabur. “ terimakasih, Issumboshi. Kamu telah menyelamatkan saya,” kata sang puteri. Puteri tersebut melambaikan palu tersebut dan meminta, “ ijinkan Issumboshi menjadi besar!” dan kemudian. Secara ajaib, didepan matany, Issumboshi menjadi besar. Dia menjadi seorang pemuda yang gagah. Mereka kembali ke Istana, dan sang puteri meminta sang raja untuk menikahi Issumboshi.

The Princess and Issumboshi then got married, and they invited Grandfather and Grandmother to live with them in the palace. They lived happily ever after

Sang puteri dan Issumboshi kemudian menikah, dan mereka mengundang Kakek dan nenek untuk tinggal dengan mereka di Istana. Mereka hidup bahagia selama lamanya.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "cerita Issumboshi dalam bahasa inggris dan terjemahannya "

Post a Comment